5 Penyakit Terbanyak di Jakarta yang Perlu Diwaspadai!

Kesehatan

Kasus penyakit terbanyak di Jakarta yang terus meningkat perlu menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pemerintahan kota. Tentu saja, dalam situasi seperti ini, peran rumah sakit umum Jakarta dalam menyediakan fasilitas kesehatan yang terbuka dan memadai untuk seluruh kalangan menjadi sangat penting.

Terlebih, Jakarta merupakan kota metropolitan dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi. RS St. Carolus pun menjadi salah satu rumah sakit dengan layanan unggulan yang bisa masyarakat andalkan. Mulai dari Bone and Joint Center hingga Digestive Center, semua fasilitas didukung oleh tim medis profesional yang siap membantu pasien.

5 Kasus Penyakit Terbanyak di Jakarta

Setiap tahunnya, selalu ada jenis kasus penyakit tertentu yang melonjak di sekitar wilayah DKI Jakarta. Mulai dari Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) hingga demam berdarah. Agar lebih waspada, berikut penjelasan lengkapnya. 

1. Diare

Mengutip dari situs Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, jumlah kasus diare pada balita mencapai 12.234 di wilayah Jakarta Timur dan 11.711 kasus di Jakarta Barat. Angka ini menunjukkan bahwa, diare termasuk salah satu penyakit umum yang sering terjadi. 

Adapun penyebab diare bisa karena mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, gangguan pencernaan, dan infeksi. Gejalanya sendiri ditandai dengan tinja yang encer, frekuensi buang air besar tinggi, dehidrasi, demam, serta lemas dan tidak nafsu makan. 

2. TB 

Melansir informasi Dinkes DKI Jakarta pada situs berita Demokratis, kasus penyakit tuberkulosis (TB) di Jakarta periode Januari – Mei 2025 tercatat sebesar 21.667. 

Penyakit ini umumnya menyerang bagian paru, serta bisa menular ketika individu tanpa sengaja menghirup droplet atau percikan ludah saat pengidap TB bersin maupun batuk. Pengobatannya pun harus konsisten dengan meminum obat sesuai anjuran dokter. 

3. Hipertensi

Mengutip hasil survei Kementerian Kesehatan melalui Databoks, Jakarta menduduki tempat pertama dari sepuluh provinsi dengan jumlah hipertensi terbanyak pada tahun 2023. Hipertensi sendiri dikenal sebagai penyakit tekanan darah tinggi dengan gejala berupa nyeri dada, sakit kepala, mimisan, telinga berdengung, dan kelelahan. 

4. Pneumonia

Kasus penyakit terbanyak di Jakarta berikutnya adalah pneumonia. Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), DKI jakarta memiliki jumlah kasus pneumonia mencapai 19.973 pada tahun 2021. 

Pneumonia pun bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Meliputi bakteri, virus, dan jamur. Adapun cara untuk mencegah penyakit ini, yakni lewat vaksinasi, menjaga kebersihan, dan tidak merokok. 

5. DBD

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) juga menjadi langganan penyakit terbanyak di ibu kota. Melansir dari berita Tempo, hingga April 2025, Dinas Kesehatan Jakarta telah mencatat 2.301 kasus DBD. 

Meskipun angka tersebut lebih rendah daripada periode yang sama tahun lalu, tetap saja masyarakat perlu waspada dengan gigitan nyamuk aedes aegypti

Sudah Tahu Apa Saja Penyakit Terbanyak di Jakarta?

Berbagai data penyakit di atas menunjukkan bahwa Jakarta masih rentan terhadap penyakit menular maupun tidak menular. Oleh karena, semua masyarakat harus selalu waspada agar bisa terhindar dari serangan penyakit.

Namun, bagi Anda yang sudah terserang dan membutuhkan layanan kesehatan dengan fasilitas lengkap dan tenaga medis berpengalaman, segera kunjungi Rumah Sakit Umum Jakarta  St. Carolus. Memiliki tim medis profesional, RS St. Carolus akan melayani berbagai keluhan penyakit serta menanganinya dengan tepat sasaran.

Bahkan, untuk mempermudah dan mendukung kesejahteraan pasien, Anda bisa melakukan reservasi secara online melalui Mobile App RS St. Carolus. Ayo, peka dengan kondisi kesehatan Anda dan periksakan diri di tempat terpercaya!

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *